Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2021

PEMBANGUNAN PASAR PANCASILA

  PEMBANGUNAN PASAR PANCASILA Oleh   : Dedi Suf Pembangunan pasar Pancasila yang sudah bertahun-tahun diwacanakan. Alhamdulillah kini sedang berdenyut lagi. Namun saya sendiri banyak tidak tahu nya ketimbang tahu nya tentang pembangunan pasar Pancasila ini. Oleh karena nya tulisan ini banyak salah nya ketimbang benar nya. Saya menulis mungkin hanya sebatas apa yang dapat di lihat dan dirasakan saja. Tentu nya paling tidak dari pengamatan dan perasaan sebagai konsumen saja. Apa yang saya ketahui, Pasar Pancasila itu memiliki lokasi krusial . Peran asal nya sebagai terminal angkutan kota (angkot) di tambah sebagai pasar, tentu nya jadi ramai dan rawan macet. Apa lagi ketika Kereta Api lewat, apa yang nama nya macet itu tak dapat terhindarkan lagi. Saya hanya dapat membayangkan, jika Gedung Hamas yang sudah lama menjulang di Pasar tersebut berfungsi jadi semacam pasar modern,betapa akan tambah macet saja. Dulu, Pak Endang Suhendar, Alm saat menjabat sebagai Ketua Bapeda ...

MENYAMBUT KEHADIRAN BADAN PANGAN NASIONAL

  MENYAMBUT KEHADIRAN BADAN PANGAN NASIONAL Oleh   :   Dedi Sufyadi / Ketua PP Perhepi (2021-2024) Akhir nya peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (selanjut nya saya singkat BAPANA, karena BPN sudah jadi singkatan dari Badan Pertanahan Nasional) terbit juga dengan tekenan Pak Jokowi tertanggal 29 Juli 2021. Perpres yang menurut sebuah sumber terpercaya itu setelah diperjuangkan selama 10 tahun dan melewati empat Menteri Pertanian mulai Pak Anton,Pak Suswono, Pak Amran , hingga Pak Syahrul . Semoga lahir nya Perpres tersebut menjadi titik awal perjuangan untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Walau kata ekonom senior UI Pak Faisal Basri , Perpres ini tidak bertaring, dan kata ekonom senior lain nya Bu Aviliani , Perpres ini masih memerlukan peran Pemerintah Daerah dan ada nya outcome ; Perpres ini perlu kita sambut kelahirannya dan segera terimplementasikan di lapangan. Terus terang rupa nya kita ini kurang pandai berkordinasi. Den...

MENGEJAR GELAR GURU BESAR

  MENGEJAR GELAR GURU BESAR Oleh   :   Dedi Suf / Dosen Pasca Unsil Pensiun Sebenar nya menulis tentang Mengejar gelar Guru Besar ini tidak lah perlu. Malah mah tak ada guna. Menyakitkan. Bisa membuka aib diri dan orang lain bahkan lembaga. Apalagi pembimbing saya di program Doktor Unpad dulu , beliau mengatakan kepada saya tidak ingin jadi Profesor. Jadi sebenar nya tidak semua orang ingin jadi Profesor alias Guru Besar. Malah mah Pak Effendi Gazali yang sering kali tampil pada acara Indonesia Lawyers Club dengan Presiden nya Bung Karni Ilyas di TV One ketika belum di stop, entah mengapa pada tanggal 21 April 2021 telah mengajukan surat ke Kopertis Wilayah III Jakarta dengan maksud mengembalikan gelar Profesor. Apa lagi saya sendiri kini umur sudah 65 tahun rasa nya lebih baik berhidmat di mesjid ketimbang di Kampus. Lebih runyam lagi, sebenar nya saya yang masih berstatus guru kecil menurut aturan Dikti berhak mendapat sebutan Profesor tepat nya Assoc.Profe...