PEMBANGUNAN PASAR PANCASILA
PEMBANGUNAN PASAR PANCASILA
Oleh : Dedi Suf
Pembangunan
pasar Pancasila yang sudah bertahun-tahun diwacanakan. Alhamdulillah kini sedang berdenyut lagi. Namun saya sendiri banyak
tidak tahu nya ketimbang tahu nya tentang pembangunan pasar Pancasila ini. Oleh
karena nya tulisan ini banyak salah nya ketimbang benar nya. Saya menulis mungkin
hanya sebatas apa yang dapat di lihat dan dirasakan saja. Tentu nya paling
tidak dari pengamatan dan perasaan sebagai konsumen saja.
Apa
yang saya ketahui, Pasar Pancasila itu memiliki lokasi krusial. Peran asal nya sebagai terminal angkutan kota (angkot) di
tambah sebagai pasar, tentu nya jadi ramai dan rawan macet. Apa lagi ketika
Kereta Api lewat, apa yang nama nya macet itu tak dapat terhindarkan lagi.
Saya
hanya dapat membayangkan, jika Gedung Hamas yang sudah lama menjulang di Pasar
tersebut berfungsi jadi semacam pasar modern,betapa akan tambah macet saja.
Dulu, Pak Endang Suhendar, Alm saat
menjabat sebagai Ketua Bapeda Kabupaten Tasikmalaya begitu menghawatirkan
keberadaan pintu lintasan Kereta Api yang dekat dengan pasar Pancasila itu. Pintu
lintasan di pindah kan tak mungkin, tiada jalan lain kepadatan lalu lintas nya lah yang harus dikurangi. Kayak nya
memindahkan pintu lintasan Kereta Api sama hal nya dengan memindahkan Ibu Kota
Negara.
Bila
saya lihat dari kacamata orang awam, ekosistem pasar Pancasila kian terasa sungkep. Perlu di tata disesuaikan
dengan beban wilayah yang disandang nya. Di pasar Pancasila sebaik nya jangan
segala ada. Perlu ada arah , mau dijadikan apa Pasar Pancasila itu ?. Begitu
juga, jalan melingkar itu tentu nya perlu ada. Jalan searah akan tambah bagus
di Pasar Pancasila itu
Kita
patut prihatin. Pasar tradisional nasib nya hampir menyerupai lapangan sepak
bola, semakin berkurang jumlah nya. Ekonomi penghidupan pun semakin tercerabut
dari akar nya, Pendirian Mall, baik Alfa
Mart maupun Indo Mart semakin menjamur saja. Menurut Tempo (2021), Alfa Mart berada di bawah PT
Sumber Alfaria Trijaya yang saham nya dimiliki oleh HM Sampoerna sebesar 70 persen; sejak tahun 1999 hingga Oktober
2020 telah memiliki 17 129 gerai. Begitu
hal nya Indo Mart di bawah PT Inomarco Prisnatama dan mayoritas
saham dikuasai oleh Salim Group,
sejak tahun 1988 hingga Oktober 2020 telah memiliki 18 240 unit.
Berharap Jadi Pasar Tradisional
Pasar
Pancasila sesuai dengan asal muasal nya diharapkan tetap menjadi pasar
tradisional. Pasar tradisional yang memperhatikan protokol kesehatan di era
pasca pandemik Covid 19. Pasar tradisional yang dapat memenuhi kebutuhan rumah
tangga terutama, pangan dan hasil pertanian berkualitas. Gedung nya harus
nyaman dan harus memperhatikan keselamatan dari ancaman kebakaran, jangan
sampai bernasib sama dengan Pasar Ciawi yang baru-baru ini habis terbakar.
Sebaik
nya lah pasar tradisional jangan sampai disandingkan dengan pasar modern. Pasar
modern cukup di pusat kota saja. Pasar tradisional boleh di mana saja, agar ekonomi
kerakyatan bisa tumbuh semakin nyata. Khusus untuk pasar Pancasila agar aktifitas
kerja nya dapat memperhatikan beban wilayah yang telah disandang nya.
Harapan
terhadap pasar Pancasila untuk menjadi pasar tradisional, didasarkan kepada
semakin mengabur dan tidak tertata nya apa yang bernama pasar tradisional
tersebut. Pemerintah sangat perlu untuk berpihak kepada pengembangan pasar
tradisional itu. Ekonomi kerakyatan harus tumbuh di NKRI yang luas ini. Para
birokrat harus mau mengajak para akademisi, para pedagang harus mau mengajak
para petani dalam membangun negeri.
Sudah
saat nya liberalisme ekonomi agak di
tekan. Ekonomi penghidupan harus terus ditumbuh kembangkan. Mulai dari akar nya
yang bernama rumah tangga. Maksud saya pemerintah harus mau dan mampu mensuport
warung warung rumah tangga. Bila perlu warung-warung tersebut di subsidi,agar
para konsumen terlindungi dan percaya diri untuk belanja di warung itu.
Guna
mengatasi yang nama nya kemacetan di pasar Pancasila, tentu nya lalulintas
sekitar Pancasila perlu di atur. Sebaik nya lah
pergerakannya hanya satu arah. Penataan tidak bisa hanya dilakukan oleh Dishub
dan Kepolisian semata. Apa lagi guna menciptakan kenyamanan dan keindahan
diperlukan usaha bersama. Rupa nya para abang Delman, abang becak,supir angkot,
pengemudi motor, pengemudi motor sangat lah
diperlukan peran nya.
Semoga
jajaran pemerintahan, Kadinda, DPRD dan para Arsitek memiliki kepedulian
terhadap pembangunan pasar Pancasila ini. Para pihak mau dan mampu
berkolaborasi dalam membangun pasar Pancasila. Mau dan mampu bersinergi unuk
mengeliminir kemacetan dan menciptakan kenyamanan bersama.
Semoga
pasar Pancasila dapat menciptakan kedamaian dan kenyamanan., terutama bisa
memberikan kesejahteraan kepada warga nya... Pasar Pancasila tidak menimbulkan
kemacetan dan pengangguran. Aamiin. Jadi
penganggur itu ternyata tidak enak juga.
Catatan
:
Telah
di muat pada koran Kabar Priangan
Rabu,
15 September 2021
Komentar
Posting Komentar