MENYAMBUT KEHADIRAN BADAN PANGAN NASIONAL

 

MENYAMBUT KEHADIRAN BADAN PANGAN NASIONAL

Oleh  :  Dedi Sufyadi / Ketua PP Perhepi (2021-2024)

Akhir nya peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional (selanjut nya saya singkat BAPANA, karena BPN sudah jadi singkatan dari Badan Pertanahan Nasional) terbit juga dengan tekenan Pak Jokowi tertanggal 29 Juli 2021. Perpres yang menurut sebuah sumber terpercaya itu setelah diperjuangkan selama 10 tahun dan melewati empat Menteri Pertanian mulai Pak Anton,Pak Suswono, Pak Amran, hingga Pak Syahrul. Semoga lahir nya Perpres tersebut menjadi titik awal perjuangan untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Walau kata ekonom senior UI Pak Faisal Basri, Perpres ini tidak bertaring, dan kata ekonom senior lain nya Bu Aviliani , Perpres ini masih memerlukan peran Pemerintah Daerah dan ada nya outcome; Perpres ini perlu kita sambut kelahirannya dan segera terimplementasikan di lapangan. Terus terang rupa nya kita ini kurang pandai berkordinasi. Dengan ada nya BAPANA ini diharapkan ketahanan pangan kita lebih terjaga dan pada gilirannya para petani lebih sejahtera.

Kita punya banyak harapan terhadap Perpres yang satu ini. Pada Perpres ini ditegaskan bahwa, BAPANA merupakan lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Dengan demikian kredibilitas Pak Jokowi sangat ditentukan oleh keberhasilan Perpres tersebut di lapangan. Semoga saja lah.

BAPANA di lapangan tentu nya banyak menghadapi tantangan. Kehadiran BAPANA agar dapat bermanfaat bagi masyarakat, tentu nya BAPANA harus dapat menjawab berbagai persoalan tentang pangan yang sebenar nya tengah didiskusikan oleh para pakar terkait. Tak kalah penting juga persoalan personal untuk mengisi wadah BAPANA ini juga mesti diperhatikan. Dalam hal ini Pak Jokowi tentu nya harus mau dan mampu mendengar suara  para pakar tentang persoalan pangan kita; begitu juga harus mau dan mampu mendapatkan sosok yang pantas untuk jadi Kepala BAPANA. Kata Bu Lely, mantan Direktur Bulog (2021),apakah BAPANA ini hanya akan jadi lembaga administratif semata, atau akan dijadikan lembaga kuat dalam menjaga ketahanan pangan di negeri tercinta. Jika menilik pada tercapai nya swa sembada pangan di tahun 1984, dulu Pak Harto memiliki orang kuat yaitu,  Pak Bustanil Arifin.

 

Menjawab Persoalan

Di samping harus dapat mengatasi sinergisme dan mengoptimalkan peran Pemerintah Daerah, BAPANA pun harus segera mau dan mampu menjawab persoalan tentang pangan nasional. Betapa penting nya kita dapat menjawab persoalan pangan ini.  Bung Karno sejak dulu berkata bahwa, persoalan pangan itu soal hidup atau mati. Pak Harto telah berbuat dengan dapat nya mewujudkan swa sembada pangan di tahun 1984. Dan kini Pak Jokowi semoga saja dapat mewujudkan kedaulatan pangan di negeri tercinta. Hanya saja sebaik nya BAPANA tidak hanya mengurus beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang,telur unggas,daging ruminansis, daging unggas, dan cabe semata. Kata Prof Arief Satria (2021), BAPANA harus mau dan mampu mengurus berbagai jenis ikan.

Pak Muldoko dari KSP kemarin bilang bahwa, untuk menjaga ketahanan pangan, kita perlu memperhatikan tanah, kapital, teknologi, manajemen dan pasca panen. Cakupan nya kata Prof Bustanul Arifin, Ketua Umum  PP PERHEPI meliputi aspek produksi, distribusi, dan konsumsi. Masih banyak yang perlu diperhatikan guna memperkuat sistem pangan kita. Di antara nya kerawanan pangan, keamanan pangan, limbah pangan dan proses transformasi sistem pangan itu sendiri.

Kehadiran BAPANA harus mau dan mampu menjawab persoalan. Persoalan yang banyak, berkelit dan berkelindan. Persoalan utama diantara nya soal lemah nya petani. Para petani seringkali menjadi pahlawan yang dirugikan. Kelompok Tani dan Kostratani rupa nya belum dapat berbuat apa-apa.  Soal lemah nya pemerintah. Pemerintah ada Kementan, ada Kemendag,ada Bapenas,ada Bulog, ada Perguruan Tinggi rupa nya belum mampu membangun sinergisme. Soal lemah nya anggaran. . Dari 99 trilyun untuk  biaya pembangunan pertanian, 33 trilyun dipakai untuk biaya subsidi pupuk. Soal lemah nya konsep. Kita semua sudah tahu, konsep one village-one product, konsep Pajale belum dapat di evaluasi. Semoga saja lah BAPANA tidak hanya sebatas konsep, tapi benar-benar keberadaannya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Pokok nya BAPANA kita harapkan senantiasa dapat menjaga ketahanan pangan nasional, memperkuat sistem pangan nasional; memonitoring ketersediaan, keterjangkauan, pemanfaatan pangan nasional dan dapat melawan dahsyat nya alih fungsi lahan sawah.

 

 

Penting nya Personalia

BAPANA sebagai wadah , sebersih, sebagus apa pun pada dasar nya keberhasilan wadah tersebut sangat ditentukan oleh isi nya. Maksud saya, BAPANA  harus berisi orang-orang yang kompeten di bidang pangan.Maksud saya, orang-orang yang memiliki jiwa juang dan jiwa sosial yang berkemauan dan mampu untuk senantiasa peduli kepada masyarakat terutama peduli dalam membela kepentingan para petani.

Saya kira, banyak orang yang mau mewakafkan diri dalam kegiatan menjaga ketahanan pangan ini. Orang-orang di Kementan, di Bulog bahkan di organisasi profesi yang seperti PERHEPI, begitu juga di RNI dapat di cari oleh Pak Jokowi. Kalau Prof Masyhuri, Guru Besar dari UGM  (2021) menginginkan Kepala BAPANA itu sebagai sosok yang kuat setingkat Menteri Koordinator. Kata Prof Faisal Basri (2021) mah, yang pantas untuk jadi Kepala BAPANA teh jangan orang Partai lah.

Pak Jokowi juga jangan sampai lupa sama peran Pemerintah Daerah. Ada kasus menarik dari Pemda Sumbar dan Sumsel dalam  keberhasilan penyediaan pangan ini yang layak dijadikan contoh oleh Pemda Pemda lain nya. Seyogya nya lah orang-orang di akar rumput seperti para petani, para penyuluh; Kelompok Tani; dan Kostratani jangan sampai ditinggalkan oleh BAPANA

Semoga kelahiran BAPANA mendapat ridho Allah SWT. Keberadaannya dapat memberi manfaat kepada masyarakat. BAPANA dapat menjadi ladang amal baik bagi para pemikir maupun para birokrat di bidang pangan. Kiprah nya dapat menjaga ketahanan pangan hingga dapat mewujudkan kedaulatan pangan. Dampak nya dapat mensejahterakan para petani pangan di negeri agraris tercinta ini. Semoga.

 

Catatan  :

Telah di muat pada koran Kabar Priangan, 1 September 2021

 

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NALAR DI AKHIR TAHUN 2020

PEMBANGUNAN PASAR PANCASILA

MENYAMBUT KEHADIRAN BADAN PANGAN NASIONAL