(MASIH PERLU) PEMBANGUNAN KOPERASI*)

 

(MASIH PERLU) PEMBANGUNAN KOPERASI*)

Oleh  :  Dedi Suf- Mantan Dosen IKOPIN

Senang dengar nya, ketika tepat di hari Koperasi 12 Juli 2021 Bupati Subang mau hadir dalam peresmian  Koperasi Gunung Luhur Berkah. Koperasi yang di inisiasi oleh Lembaga Pengembangan Ekspor Indonesia itu membina  200 petani kopi dan punya prospektus tampak nya. Namun  di usia yang sudah 74 tahun ini,  kita sedih rasa nya ketika melihat banyak KUD yang ada dalam diam.

74 tahun bagi seorang manusia termasuk usia tua. Seorang Profesor pun pada usia 74 tahun tersebut sudah masuk usia pensiun. Namun bagi Koperasi Indonesia (KI) rupa nya di usia 74 tahun ini masih harus terus bergerak, ambil peran dalam perekonomian nasional.

Bila kita renungkan, mengapa  KI hanya ada dalam diam ?. Bagaimana KI harus menjalin relasi dengan masyarakat dan pemerintah nya  ?. Mengapa peran KI  minimalis sekali dalam perekonomian nasional ?.

Hasil renungan , rupa nya masyarakat harus butuh sama Koperasi. Pemerintah harus peduli sama eksistensi Koperasi. Para pihak lain baik pengusaha swasta maupun BUMN harus sadar bahwa soko guru perekonomian nasional itu Koperasi. Memang dalam hidup ini harus berbagi.  Sebaik nya lah kita jangan terjebak oleh Undang-undang dan peraturan yang merintangi kehidupan Koperasi. Pokok nya para pemimpin semua nya  diharapkan memiliki rasa yang sama, ingin memajukan Koperasi di negeri tercinta.

Perihal KI hanya ada dalam diam. Jawab nya, mungkin selama ini kita baru melakukan pengembangan belum melakukan pembangunan. Pengembangan  hanya lah sebagian  yang memiliki sifat parsial,sedangkan pembangunan  lebih menyeluruh dan bersifat simultan.

Perihal bagaimana KI menjalin relasi  baik dengan masyarakat maupun dengan pemerintah nya. Itu suatu keharusan. Maksud saya, KI harus berakar dalam masyarakat. KI harus dekat dengan pihak pemerintah. Jika KI jauh dengan pihak pemerintah apalagi bersebrangan  sampai tingkat ideologi, tentu nya KI tumbuh nya akan merana.

Perihal masih minim nya peran KI dalam kontribusi nya terhadap perekonomian nasional yang tidak mencapai satu persen , tentu lah angka nya masih harus ditingkatkan. Bagaimana agar BUMN dan Perusahaan mau berbagi sama Koperasi, sehingga Koperasi dapat menikmati kue nasional yang lebih besar lagi;

Baru Pengembangan

Dari kacamata sejarah, sebenar nya Koperasi itu hadir di Indonesia sejak zaman kolonial, datang dari negara Barat. Barang impor tersebut dilahirkan oleh pemerintah sejak Indonesia merdeka. Jadi bukan terlahir dari rahim masyarakat Indonesia. Setelah dilahirkan oleh Pemerintah, baru lah KI dikembangkan bukan di bangun.

Pengembangan yang lebih masif terjadi di zaman pembangunan. Zaman yang di kenal dengan Orde Baru  itu memang Presiden nya turun langsung. Pak Harto melalui Menteri nya yng bernama Pak Soedarsono Hadisaputro  dan Pak Bustanil Arifin berhasil mengembangkan KUD dan mengembangkan pendidikan Koperasi dari AKOP jadi IKOPIN, juga mengembangkan Bank Duta jadi BUKOPIN.

Yang nama nya pengembangan arah nya ke samping bukan ke atas.Di zaman Pak Harto itu memang pengembangan koperasi itu pernah dijadikan instrumen dalam pembangunan Desa. Koperasi pernah membawa lampu ke pedesaan.. KUD pernah di sangka sebagai alat pemerintah, yang sayang sekali selanjut nya KUD tercoreng oleh KUT macet di era reformasi.

Perlu Pembangunan

Di era Pak Jokowi ini, sangat diharapkan ada nya pembangunan Koperasi. Pembangunan Koperasi memang sangat erat dengan sistem sosial politik kenegaraan. Sistem sosial Barat bagi Koperasi hanya sampai pengembangan. Begitu juga sistem sosial Timur bagi Koperasi cukup sulit untuk melakukan pembangunan. Ini tentu nya merupakan tantangan.

Pak Jokowi benar-benar tertantang untuk dapat turun langsung juga. Apakah melalui Menteri nya Pak Teten Masduki dapat  berhasil membangun Koperasi Petani ?. Sebaik nya lah Pak Jokowi dalam pembangunan Koperasi di negeri ini tidak lupa sama KUD,IKOPIN dan BUKOPIN. Wadah saya kira salah alamat jika disalahkan.

Yang nama nya pembangunan Koperasi arah nya tentu ke atas tidak ke samping lagi. Di era Pak Jokowi ini pembangunan Koperasi  mesti lebih fokus ke pembangunan kelembagaan, pembangunan SDM; dan pembangunan pendanaan. Ada nya keberlanjutan yang terfokus pada ke tiga hal tersebut, akan menambah keyakinan bahwa Koperasi akan lebih eksis di masa datang; sehingga pada gilirannya kontribusi Koperasi terhadap perekonomian nasional tidak minimalis lagi.

Dirgahayu Koperasi Indonesia. Semoga di usia yang 74 tahun tetap semangat, bergerak dan berperan dalam ikut mengencangkan denyut perekonomian nasional. KI pada gilirannya dapat membumikan perekonomian rakyat di negeri tercinta ini, mungkin kah ?. Semoga.

 

Catatan :

Sudah di muat pada Koran Tercinta KABAR PRIANGAN, 28/7-2021

 

                                                                                                        

                                                                                   

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NALAR DI AKHIR TAHUN 2020

PEMBANGUNAN PASAR PANCASILA

MENYAMBUT KEHADIRAN BADAN PANGAN NASIONAL